Cara
Merujuk dan Menulis Daftar Rujukan
Yuk,
mari kita perhatikan bagaimana cara merujuk dan juga menulis daftar rujukan
yang benar teman-teman, kayaknya sepele sih.... tapi ini sangat bermanfaat lho!
Pertama
cara merujuk
Perujukan
dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan juga tahun, lalu diapit di antara
tanda kurung. Jika ada dua penulis, perujukan dilakukan dengan cara menyebut
nama akhir kedua penulis. Jika penulisnya lebih dari dua orang, penulisan
dengan cara menulis nama pertama dari penulis tersebut, kemudian diikuti dkk (dan kawan-kawan) atau et al. (et alili). Pilih salah satu, namun harus konsisten dalam menulis
satu karya ilmiah. Jika nama penulis tidak disebutkan, yang dicantumkan adalah
nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan, atau nama koran.
a.
Cara Merujuk Kutipan Langsung
1.
Kutipan kurang dari 40 kata
Kutipan yang berisi
kurang dari 40 kata, ditulis di antara tanda kutip (“...”) sebagai bagian yang
terpadu dalam teks utama, dan diikuti dengan nama penulis, tahun dan nomor
halaman. Nama penulis dapat ditulis secara terpadu dalam teks atau menjadi satu
dengan tahun dan nomor halaman di dalam tanda kurung.
Contoh :
Suhartno (1995:124) menyimpulkan “ada hubungan yang erat antara
faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar”.
Nama penulis disebut bersama dengan tahun penerbitan dan nomor
halaman.
2.
Kutipan 40 kata atau lebih
Kutipan yang berisi 40
kata atau lebih, ditulis secara terpisah dari teks yang mendahuluinya (tanpa
tanda kutip), ditulis 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan, dan
diketik dengan jarak spasi tunggal. Nomor halaman juga ditulis.
Contoh :
Smith (1990:276)
menarik simpulan sebagai berikut.
The ‘placebo effect’
which had been verified in previous studies, disappeared when behaviors were
studied in this manner. Futheremore, the behaviors were never exhibited again,
even ehen real drugs were administared. Earlier studies were clearly premature
in attributing the results to a placebo effect.
3.
Kutipan yang Sebagian Dihilangkan
Apabila dalam mengutip
langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, kata-kata yang dibuang
diganti dengan tiga titik.
Contoh :
“Semua pihak yang
terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah ... diharapkan sudah
melaksanakan kurikulum baru” (Manan 1995:278).
Apabila ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang
diganti dengan empat titik.
Contoh :
“Gerak manipulatif
adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan atau bagian
tubuh lain .... Yang termasuk gerak manipulatif antara lain adalah menangkap
bola, menendang bola, dan menggambar” (Asim 1995:315).
B. Cara Merujuk Kutipan
Tidak Langsung
Kutipan yang ditulis
secara tidak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri ditulis
tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama penulis bahan kutipan dapat
disebut terpadu dalam teks atau disebut dalam kurung bersama tahun
penerbitanya. Jika memungkinkan nomor halaman disebutkan.
Contoh :
Salimin (1990:13) tidak
menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun
keempat.
Nama penulis disebut dalam kurung bersama tahun penerbitnya.
Contoh :
Mahasiswa tahun ketiga
ternyata lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat (Salimin 1990:13).
Selanjutnya
Menulis Daftar Rujukan
Daftar rujukan merupakan daftar yang
berisi buku, makalah, artikel atau bahan lainnya yang dikutip baik secara
langsung maupun tidak langsung. Bahan-bahan yang dibaca akan tetapi tidak
dikutip, tidak dicantumkan dalam Daftar Rujukan, sedangkan semua bahan
yang dikutip secara langsung maupun tidak langsung dalam teks harus dicantumkan
dalam daftar rujukan.
Semua rujukan yang dicantumkan dalam
daftar rujukan itu disusun menurut abjad nama-nama pengarang atau lembaga yang
menerbitkannya. Baik ke bawah maupun ke kanan. Jika nama pengarang dan nama
lembaga yang menerbitkan itu tidak ada, menyusun Daftar Rujukan didasarkan pada
judul pustaka acuan tersebut.
Unsur yang ditulis dalam daftar
rujukan secara berturut-turut adalah (1) nama penulis, ditulis dengan nama
akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan,
(3) judul termasuk subjudul, (4) kota tempat penerbitan dan (5) nama penerbit.
a.
Rujukan dari Buku
Tahun
penerbitan ditulis setelah nama penulis, diakhiri dengan titik. Judul buku
ditulis dengan huruf miring (italic),
dengan huruf kapital pada setiap awal kata, kecuali kata hubung atau kata
tugas. Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (J.
Contoh
:
Robert,
H.R. 1981. Food Safety. Canada : A
Wiley-Intersience Publication.
Hasibuan,
M.S.P. 1996. Organisasi dan Motivasi. Cet.
Pertama. Jakarta: Bumi Aksara.
b.
Rujukan dari Buku yang Berisi Kumpulan
Artikel (Ada Editornya)
Penulisannya
seperti menulis rujukan dari buku ditambah dengan tulisan (Ed.) baik untuk satu
maupun lebih editor, di antara nama penulis dan tahun penerbitan.
Contoh
:
Aminudin
(Ed.). 1990. Pengembangan Kualitatif
dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat Malang.
c.
Rujukan dari Artikel dalam Buku Kumpulan
Artikel (Ada Editornya)
Nama
penulis artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel
diapit tanda kutip (“...”) tanpa cetak miring (italic). Nama editor ditulis seperti menulis nama biasa, diberi
keterangan (Ed.) baik untuk satu editor maupun lebih. Judul buku kumpulannya
ditulis dengan huruf miring (italic),
dan nomor halamannya disebutkan dalam kurung.
Contoh
:
Hasan,
M.Z. 1990. “Karateristik Penelitian Kualitatif” dalam Aminuddin (Ed.), Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam
Bidang Bahasa dan Sastra (hlm. 12-25). Malang: HISKI Komisariat Malang.
d.
Rujukan dari Kumpulan Karya Ilmiah atau
Makalah
Cara
menulisnya adalah dengan menulis nama pengarang karya ilmiah dan dituis di
depan, diikuti dengan tahun penerbitan kumpulan karya ilmiah. Judul karya
ilmiah ditulis tanpa cetak miring. Nama editor ditulis seperti menulis nama pengarang buku, diberi
keterangan (Ed.) bila hanya satu editor, dan (Eds.) bila lebih dari satu editor.
Judul buku kumpulannya dicetak miring diikuti nomor halamannya.
Contoh
:
Dardjowodjojo,
Soejono. (Ed.) 1988. PELLBA I: Pertemuan
Linguistik Lembaga Bahasa Atama Jaya Pertama. Jakarta: Lembaga Bahasa Unika
Atma Jaya.
e. Rujukan
Karya Ilmiah Jurnal
Cara
menulis rujukan dari karya ilmiah dalam koran pada dasarnya sama dengan cara
menulis rujukan karya ilmiah dalam jurnal. Bedanya dibelakang dilanjutkan
dengan nomor yang didahului singkatan hlm.
Contoh
:
Hanafi,
A. 1989. “Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan Pengadopsian Inovasi”. Forum Penelitian, 1(1):33-47.
f.
Rujukan dari Koran tanpa nama pengarang
Cara
menulis rujukan dari dokumen resmi pemerintah yang diterbitkan oleh suatu
penerbit tanpa pengarang dan tanpa lembaga adalah sebgai berikut: Judul atau
nama dokumen ditulis dibagian awal dengan cetak miring, diikuti tahun
penerbitan, kota penerbit dan nama penerbit.
Contoh
:
Jawa
Pos. 1995. Wanita Kelas Bawah Lebih
Mandiri. IV.2.22 juni. Hlm.3.
g.
Rujukan dari Dokumen Pemerintah
Cara
merujuk dari lembaga yang ditulis atas nama lembaga sebagai berikut. Nama
lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun,
judul karangan, nama tempat penerbitan, dan nama lembaga yang bertanggung jawab
atas penerbitan karangan tersebut.
Contoh
:
Undang-undang Republik Indonesia
Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
1990. Jakarta: Diperbanyak oleh PT Armas Duta Jaya.
h.
Rujukan Buku Terjemahan
Cara
merujuk rujukan yang berupa skripsi, tesis, disertasi atau laporan penelitian
pada prinsipnya sama, hanya perlu ditambah pernyataan skripsi, tesis,
disertasi, atau laporan penelitian, diikuti nama universitas itu tidak
menggunakan nama kota, misalnya Universitas Indonesia, Jakarta.
Contoh
:
Robins,
R.H. 1995. Sejarah Singkat Linguistik. Edisi
ke-3.Terjemahan Asril Marjohan. Bandung: Penerbit ITB.
i.
Rujukan Skripsi, Tesis, Disertasi, dan
Laporan Penelitian
Cara
menulis rujukan berupa makalah yang disajikan dalam seminar, penataran, atau
lokakarya ilmiah sama dengan lainnya, hanya perlu ditambah dengan pernyataan Makalah disajikan dalam ..., diikuti
nama pertemuan, lembaga penyelenggara dan tempat penyelenggaraan.
Contoh
:
Pangaribuan,
T. 1992. Perkembangan Kompetensi
Kewacanaan Pembelajaran Bahasa Inggris di LPTK. Disertasi IKIP Malang.
Nah
begitulah teman-teman cara Merujuk dan Menulis Daftar Rujukan. Semoga
bermanfaat dan selamat mengaplikasikan....
(Sumber
:
Dwiloka, B. Dan Riana,
R. 2015. Teknik Menulis Karya Ilmiah.
Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Doyin, M. Dan Wagiran. 2012. Bahasa Indonesia Pengantar Penulisan Karya Ilmiah. Semarang:
Universitas Negeri Semarang Press, 2010.)
sangat bagus terima kasih membantu saya
BalasHapus