Rabu, 23 Desember 2015

Cara Merujuk Dan Menulis Daftar Rujukan yang Benar



Cara Merujuk dan Menulis Daftar Rujukan

Yuk, mari kita perhatikan bagaimana cara merujuk dan juga menulis daftar rujukan yang benar teman-teman, kayaknya sepele sih.... tapi ini sangat bermanfaat lho!
Pertama cara merujuk
Perujukan dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan juga tahun, lalu diapit di antara tanda kurung. Jika ada dua penulis, perujukan dilakukan dengan cara menyebut nama akhir kedua penulis. Jika penulisnya lebih dari dua orang, penulisan dengan cara menulis nama pertama dari penulis tersebut, kemudian diikuti dkk (dan kawan-kawan) atau et al. (et alili). Pilih salah satu, namun harus konsisten dalam menulis satu karya ilmiah. Jika nama penulis tidak disebutkan, yang dicantumkan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan, atau nama koran.
a.       Cara Merujuk Kutipan Langsung
1.      Kutipan kurang dari 40 kata
Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata, ditulis di antara tanda kutip (“...”) sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, dan diikuti dengan nama penulis, tahun dan nomor halaman. Nama penulis dapat ditulis secara terpadu dalam teks atau menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman di dalam tanda kurung.
Contoh :
      Suhartno (1995:124) menyimpulkan “ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar”.
      Nama penulis disebut bersama dengan tahun penerbitan dan nomor halaman.
2.      Kutipan 40 kata atau lebih
Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih, ditulis secara terpisah dari teks yang mendahuluinya (tanpa tanda kutip), ditulis 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan, dan diketik dengan jarak spasi tunggal. Nomor halaman juga ditulis.
Contoh :
Smith (1990:276) menarik simpulan sebagai berikut.
The ‘placebo effect’ which had been verified in previous studies, disappeared when behaviors were studied in this manner. Futheremore, the behaviors were never exhibited again, even ehen real drugs were administared. Earlier studies were clearly premature in attributing the results to a placebo effect.
3.      Kutipan yang Sebagian Dihilangkan
Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, kata-kata yang dibuang diganti dengan tiga titik.
Contoh :
“Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah ... diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru” (Manan 1995:278).
      Apabila ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang diganti dengan empat titik.
Contoh :
“Gerak manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan atau bagian tubuh lain .... Yang termasuk gerak manipulatif antara lain adalah menangkap bola, menendang bola, dan menggambar” (Asim 1995:315).

B. Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung
Kutipan yang ditulis secara tidak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama penulis bahan kutipan dapat disebut terpadu dalam teks atau disebut dalam kurung bersama tahun penerbitanya. Jika memungkinkan nomor halaman disebutkan.
Contoh :
Salimin (1990:13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat.
      Nama penulis disebut dalam kurung bersama tahun penerbitnya.
Contoh :
Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat (Salimin 1990:13).

Selanjutnya Menulis Daftar Rujukan
            Daftar rujukan merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan-bahan yang dibaca akan tetapi tidak dikutip, tidak dicantumkan  dalam Daftar Rujukan, sedangkan semua bahan yang dikutip secara langsung maupun tidak langsung dalam teks harus dicantumkan dalam daftar rujukan.
            Semua rujukan yang dicantumkan dalam daftar rujukan itu disusun menurut abjad nama-nama pengarang atau lembaga yang menerbitkannya. Baik ke bawah maupun ke kanan. Jika nama pengarang dan nama lembaga yang menerbitkan itu tidak ada, menyusun Daftar Rujukan didasarkan pada judul pustaka acuan tersebut.
            Unsur yang ditulis dalam daftar rujukan secara berturut-turut adalah (1) nama penulis, ditulis dengan nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul termasuk subjudul, (4) kota tempat penerbitan dan (5) nama penerbit.
a.       Rujukan dari Buku
Tahun penerbitan ditulis setelah nama penulis, diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis dengan huruf miring (italic), dengan huruf kapital pada setiap awal kata, kecuali kata hubung atau kata tugas. Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (J.
Contoh :
Robert, H.R. 1981. Food Safety. Canada : A Wiley-Intersience Publication.
Hasibuan, M.S.P. 1996. Organisasi dan Motivasi. Cet. Pertama. Jakarta: Bumi Aksara.
b.      Rujukan dari Buku yang Berisi Kumpulan Artikel (Ada Editornya)
Penulisannya seperti menulis rujukan dari buku ditambah dengan tulisan (Ed.) baik untuk satu maupun lebih editor, di antara nama penulis dan tahun penerbitan.
Contoh :
Aminudin (Ed.). 1990. Pengembangan Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat Malang.
c.       Rujukan dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel (Ada Editornya)
Nama penulis artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel diapit tanda kutip (“...”) tanpa cetak miring (italic). Nama editor ditulis seperti menulis nama biasa, diberi keterangan (Ed.) baik untuk satu editor maupun lebih. Judul buku kumpulannya ditulis dengan huruf miring (italic), dan nomor halamannya disebutkan dalam kurung.
Contoh :
Hasan, M.Z. 1990. “Karateristik Penelitian Kualitatif” dalam Aminuddin (Ed.), Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra (hlm. 12-25). Malang: HISKI Komisariat Malang.
d.      Rujukan dari Kumpulan Karya Ilmiah atau Makalah
Cara menulisnya adalah dengan menulis nama pengarang karya ilmiah dan dituis di depan, diikuti dengan tahun penerbitan kumpulan karya ilmiah. Judul karya ilmiah ditulis tanpa cetak miring. Nama editor ditulis  seperti menulis nama pengarang buku, diberi keterangan (Ed.) bila hanya satu editor, dan (Eds.) bila lebih dari satu editor. Judul buku kumpulannya dicetak miring diikuti nomor halamannya.
Contoh :
Dardjowodjojo, Soejono. (Ed.) 1988. PELLBA I: Pertemuan Linguistik Lembaga Bahasa Atama Jaya Pertama. Jakarta: Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya.
e.       Rujukan Karya Ilmiah Jurnal
Cara menulis rujukan dari karya ilmiah dalam koran pada dasarnya sama dengan cara menulis rujukan karya ilmiah dalam jurnal. Bedanya dibelakang dilanjutkan dengan nomor yang didahului singkatan hlm.
Contoh :
Hanafi, A. 1989. “Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan Pengadopsian Inovasi”. Forum Penelitian, 1(1):33-47.
f.       Rujukan dari Koran tanpa nama pengarang
Cara menulis rujukan dari dokumen resmi pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa pengarang dan tanpa lembaga adalah sebgai berikut: Judul atau nama dokumen ditulis dibagian awal dengan cetak miring, diikuti tahun penerbitan, kota penerbit dan nama penerbit.
Contoh :
Jawa Pos. 1995. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri. IV.2.22 juni. Hlm.3.
g.      Rujukan dari Dokumen Pemerintah
Cara merujuk dari lembaga yang ditulis atas nama lembaga sebagai berikut. Nama lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan, nama tempat penerbitan, dan nama lembaga yang bertanggung jawab atas penerbitan karangan tersebut.
Contoh :
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: Diperbanyak oleh PT Armas Duta Jaya.
h.      Rujukan Buku Terjemahan
Cara merujuk rujukan yang berupa skripsi, tesis, disertasi atau laporan penelitian pada prinsipnya sama, hanya perlu ditambah pernyataan skripsi, tesis, disertasi, atau laporan penelitian, diikuti nama universitas itu tidak menggunakan nama kota, misalnya Universitas Indonesia, Jakarta.
Contoh :
Robins, R.H. 1995. Sejarah Singkat Linguistik. Edisi ke-3.Terjemahan Asril Marjohan. Bandung: Penerbit ITB.
i.        Rujukan Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Laporan Penelitian
Cara menulis rujukan berupa makalah yang disajikan dalam seminar, penataran, atau lokakarya ilmiah sama dengan lainnya, hanya perlu ditambah dengan pernyataan Makalah disajikan dalam ..., diikuti nama pertemuan, lembaga penyelenggara dan tempat penyelenggaraan.
Contoh :
Pangaribuan, T. 1992. Perkembangan Kompetensi Kewacanaan Pembelajaran Bahasa Inggris di LPTK. Disertasi IKIP Malang.

Nah begitulah teman-teman cara Merujuk dan Menulis Daftar Rujukan. Semoga bermanfaat dan selamat mengaplikasikan....

(Sumber :
Dwiloka, B. Dan Riana, R. 2015. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Doyin, M. Dan Wagiran. 2012. Bahasa Indonesia Pengantar Penulisan Karya Ilmiah. Semarang: Universitas Negeri Semarang Press, 2010.)



1 komentar: